Dokter spesialis ortopedi Dokter ortopedi adalah dokter yang menangani berbagai masalah kesehatan dan penyakit pada sistem muskuloskeletal, seperti tulang, sendi, ligamen, tendon, dan saraf manusia. Salah satu masalah kesehatan yang sering ditangani oleh dokter ortopedi adalah patah tulang. Dokter satu ini memiliki gelar dan untuk menjadi dokter ortopedi, seorang dokter umum akan melanjutkan pendidikan spesialisasi ortopedi minimal 5 tahun. Setelah lulus, dokter ortopedi dapat menjadi bagian medis dari rumah sakit, klinik, atau instansi yang membutuhkan peran dokter ortopedi. Penyakit yang ditangani dokter spesialis ortopedi Beberapa kondisi medis yang dapat ditangani oleh seorang dokter ortopedi, seperti Patah tulang Nyeri otot Nyeri sendi Sakit punggung Radang sendi atau arthritis Carpal tunnel syndrome Cedera tendon atau ligamen Kelainan bentuk kaki atau tangan seperti tulang yang melengkung Infeksi tulang Kelainan tulang belakang Penyakit tulang bawaan pada anak Kanker tulang. Perawatan medis yang dilakukan dokter spesialis ortopedi Perawatan yang akan dilakukan oleh dokter ortopedi terbagi menjadi dua, yaitu perawatan non-bedah dan perawatan bedah. Berikut beberapa perawatan yang menjadi tugas dokter ortopedi Pemberian resep obat-obatan Pemasangan alat medis Terapi fisik Rekomendasi pola hidup sehat Bedah Arthroplasty Operasi penyatuan tulang belakang spinal fusion Bedah Arthroscopy Operasi patah tulang Operasi cangkok tulang. Biaya konsultasi dokter spesialis ortopedi Biaya pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter ortopedi beragam. Hal tersebut bergantung pada biaya yang ditetapkan oleh rumah sakit, klinik, maupun praktik dokter ortopedi pribadi. Umumnya, biaya konsultasi ortopedi berkisar mulai hingga untuk satu pertemuan pada akumulasi jam tertentu. Namun, perkiraan biaya tersebut dapat berubah, Anda disarankan untuk menyiapkan dana lebih saat menemui dokter ortopedi. Kapan harus menemui dokter spesialis ortopedi? Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter ortopedi terdekat apabila mengalami keluhan berikut Sulit bergerak dan beraktivitas karena nyeri otot, sendi, atau tulang Terjadi pembengkakan pada sendi, tulang, atau otot dan tidak kunjung sembuh Kesemutan dan terasa seperti tertusuk jarum Cedera parah akibat kecelakaan, olahraga, benturan, dan kejadian lainnya. Persiapan sebelum menemui dokter spesialis ortopedi Sebelum memeriksakan diri pada dokter ortopedi, Anda disarankan untuk melalukan persiapan, seperti Penjelasan mengenai gejala dan keluhan yang sedang dirasakan Riwayat penyakit atau masalah kesehatan Anda dan keluarga Daftar obat medis, herbal, dan suplemen yang sedang dikonsumsi Dokumen hasil pemeriksaan yang pernah Anda jalani, seperti hasil tes darah dan urine, rontgen, CT-scan, dan lainnya Catatan mengenai kebiasaan dan gaya hidup Anda. Informasi tersebut dapat membantu dokter ortopedi dalam memberikan diagnosa dan perawatan tepat untuk gangguan kesehatan yang Anda alami. Anda juga dapat bertanya pada dokter ortopedi seputar penanganan apa yang akan dijalani, efek samping, manfaat, dan komitmen apa saja yang Anda butuhkan untuk sembuh. Anda dapat membuat janji dengan dokter ortopedi terdekat atau melalui booking online rumah sakit SehatQ untuk menemui dokter ortopedi di layanan kesehatan terpercaya Anda.
DokterSpesialis Ortopedi dan Traumatologi atau dokter ortopedi adalah dokter yang memiliki spesialisasi untuk merawat penyakit-penyakit yang terkait dengan sistem muskuloskeletal. Dokter ortopedi dapat menangani penyakit yang berhubungan dengan tulang, sendi, otot, ligamen, tendon, dan saraf yang berkaitan dengan sistem gerak. Advertisement
Jakarta Dokter ortopedi adalah dokter menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, antara lain tulang, sendi, tendon, otot, pembuluh darah, dan saraf. Cedera ini umumnya terjadi karena olahraga, kecelakaan, ataupun penyakit tertentu. Jadi dokter ortopedi tidak hanya menangani patah tulang saja, tetapi seluruh anggota gerak tubuh. Kamu perlu mengenal tentang dokter ortopedi agar tidak salah mengambil tindakan terkait kesehatan anggota gerak tubuh, khususnya tulang dan persendian. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Jumat 15/5/2020 tentang dokter ortopedi sebagai spesialis penanganan masalah anggota gerak tubuh. Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang mengobati dan mencegah berbagai penyakit atau gangguan pada sistem muskuloskeletal, yaitu sistem pergerakan tubuh yang melibatkan fungsi tulang, persendian, ligamen, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Salah satu kasus yang mungkin cukup sering ditangani dokter ortopedi adalah cedera pada atlet. Seperti yang kita tahu, atlet rawan terkena cedera akibat aktivitas olahraga yang dijalaninya. Di sinilah salah satu peran dokter spesialis ortopedi,” ujar Nicolaas Budhiparama MD., PhD., SpOT K. Di samping itu, seorang dokter ortopedi juga menangani pasien dari segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia lansia.Gangguan Kesehatan yang Ditangani Dokter Spesialis OrtopediSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, dokter ortopedi menangani gangguan sistem muskuloskeletal, antara lain Gangguan pada tulang, antara lain infeksi, fraktur patah tulang, osteoporosis, tumor, dan kelainan bentuk tulang. Gangguan pada persendian, seperti nyeri sendi, pembengkakan sendi, radang sendi, cedera meniscus, robekan ligamen, bursitis, ataupun dislokasi sendi cerai sendi, tendinitis, yang bisa terjadi baik di lutut, bahu, atau sendi lainnya. Gangguan pada tulang belakang, seperti nyeri punggung, skoliosis, cedera dan patah tulang belakang. tumor atau infeksi tulang belakang. Gangguan pada kaki dan pergelangan kaki. Jepitan saraf baik pada tulang belakang atau tempat lainnya seperti pergelangan tangan carpal tunnel syndrome, siku, atau pada anggota gerak lainnya. Penyakit yang mengenai otot atau jaringan lunak, meliputi atrofi, cedera otot dan jaringan lunak, infeksi jaringan lunak, hingga tumor atau kanker jaringan lunak. Penyakit degenerative atau penuaan yang biasanya terjadi di sendi, baik itu sendi besar seperti lutut, pinggul, bahu ataupun sendi kecil seperti tulang belakang, jari-jari kaki dan tangan, dan sendi lainnya Dengan mengenal berbagai masalah yang dapat ditangani dokter ortopedi tersebut, kamu tentunya tidak perlu bingung lagi dalam penanganan masalah pada anggota gerak tubuh. Waktu yang Tepat untuk Konsultasi ke Dokter Spesialis OrtopediMengenali gejala penyakit dan waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi sangatlah penting. Bagaimana tidak, masalah pada tulang dan sendi, ataupun anggota gerak tubuh lainnya perlu segera ditangani. Kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi jika mengalami masalah pada sistem muskuloskeletal, meliputi otot, tendon, saraf, tulang, sendi, dan ligamen. Berikut beberapa gejala yang menandakan kamu perlu melakukan konsultasi ke dokter spesialis ortopedi Mengalami nyeri otot, sendi, atau tulang yang menetap dan tidak membaik setelah beberapa hari. Patah tulang Pembengkakan sendi, otot, atau jaringan lunak yang disertai nyeri, dan panas ketika disentuh. Mengalami cedera fisik yang menimbulkan nyeri, kesulitan bergerak, atau luka terbuka disertai patah tulang. Kaku otot, sendi, atau tulang. Kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Perubahan bentuk sendi dan tulang yang mengakibatkan kesulitan beraktivitas sehari-hari. Bentuk lutut yg mirip dgn huruf O atau X Persiapan Sebelum ke Dokter Spesialis OrtopediJika kamu ingin melakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting. Berikan keterangan atau informasi yang tepat agar dokter dapat memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat pula. Selain itu, memilih dokter yang terpercaya juga penting dalam pengobatan. Perhatikanlah beberapa hal penting berikut ini. “Pertama, sebaiknya kamu mencatat keluhan apa saja yang kamu alami. Ingat kembali aktivitas apa saja yang kamu lakukan sebelumnya, terutama yang menyebabkan cedera. Kumpulkan riwayat medis yang lengkap, termasuk riwayat pengobatan atau riwayat penyakit tertentu. Hal ini sangat berguna bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit apa yang sebenarnya kamu sedang alami,” papar dr. Imelda, SpOT. Kemudian, kamu disarankan juga untuk meminta rekomendasi dari orang yang kamu percaya atau dari dokter umum dalam memilih dokter ortopedi. Cara lain jika kamu masih belum yakin adalah dengan membaca ulasan dari blog atau internet, setidaknya kamu bisa melihat portofolio dokter tersebut. Cari tahu terlebih dahulu, bagaimana pengalaman dan penilaian dari beberapa pasien yang pernah ditangani oleh dokter yang akan dipilih. Ini akan jadi langkah cermat dalam memilih dokter ortopedi yang Dilakukan Oleh Dokter Spesialis OrtopediIlustraasi foto Liputan 6Dokter ortopedi tentu sudah terlatih untuk melakukan berbagai tindakan medis baik yang membutuhkan tindakan operasi ataupun tidak. Pada masa pengobatan, dokter ortopedi akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu disertai dengan tes penunjang untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tambahan lain yang mungkin diperlukan antara lain tes darah, analisis cairan sendi, arthrogram, pemindaian tulang bone scan, rontgen foto polos, CT scan, USG dan juga MRI. Bahkan, di RS Medistra sekarang sudah tersedia yang tercanggih dimana dapat dilakukan MRI dinamik yaitu posisi berdiri dan terbuka. Hal ini akan sangat membantu bagi pasien yang menderita claustrophobia takut akan ruangan tertutup. Setelah itu, dokter ortopedi akan melanjutkan pengobatan yang dengan diagnosis dan kondisi pasien. Tindakan non bedah yang dilakukan dokter ortopedi, seperti pemberian obat-obatan, menentukan anjuran olahraga, pemasangan gips, serta merujuk ke bagian fisioterapi. Jika terdapat indikasi, maka dokter ortopedi akan melakukan tindakan operasi atau bedah, seperti Arthoroskopi, yaitu prosedur yang menggunakan kamera dan peralatan khusus yang dimasukkan ke dalam sendi. Prosedur ini perlu dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah seputar persendian. Fiksasi internal, yaitu prosedur untuk memperbaiki patah tulang pada posisi yang tepat dengan menggunakan pelat logam, pin, atau sekrup, saat tulang sedang disembuhkan. Pengkakuan sendi, yaitu prosesmengkakukan sendi dengan memakai pelat yang dibantu dengan pencangkokan tulang Penggantian sendi parsial, total, atau revisi, yaitu prosedur penggantian sendi yang rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Tindakan operasi juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan lunak, misalnya tendon atau ligamen yang robek, atau pembuluh darah dan saraf. Osteotomi, yaitu mengoreksi kelainan bentuk tulang. Amputasi ataupun replantasi penyambungan anggota gerak Rekonstruksi, baik itu ligamen, tulang, ataupun otot. Operasi tulang belakang, meliputi diskektomi, foraminotomi, laminektomi, vertebro / kyphoplasty, meluruskan tulang belakang yang bengkok scoliosis dan penyatuan tulang belakang. Prosedur perbaikan atau peremajaan tulang rawan. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Dokter Buat Appointment. Layanan Emergency. Layanan Lainnya. Cari Dokter. Buat Appointment. Layanan Gatam Institute: Pusat Ortopedi & Tulang Belakang; Pusat Unggulan. Gatam Institute: Pusat Ortopedi & Tulang Belakang Dr. dr Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine . Orthopedi : Tulang Belakang EKA Hospital BSD
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi atau dikenal juga dokter ortopedi, dokter spesialis tulang, dan ahli bedah ortopedi, memiliki fokus perawatan pada bagian sistem muskuloskeletal. Sistem muskuloskeletal sendiri terdiri dari tulang, otot, sendi, ligamen, saraf, dan jaringan yang menghubungkan tulang dan sendi tendon. Seorang ahli ortopedi akan mendiagnosis dan mengobati pasien yang mengalami cedera pada muskuloskeletal, yang biasanya disebabkan olahraga maupun aktivitas fisik lainnya, agar terhindar kecacatan. Sering kali ditemukan kejadian kegawatan ortopedi emergency orthopedics yang memerlukan penanganan yang tepat. Sayangnya, alih-alih mengunjungi ahli ortopedik, banyak orang yang memilih pengobatan nonmedis. Misalnya, ketika patah tulang atau keseleo banyak orang yang memilih mengunjungi tukang pijat. Padahal, mengurut bagian yang patah atau keseleo dapat merusak jaringan otot sehingga bagian cedera menjadi bengkak, semakin buruk, bahkan dapat menyebabkan catat. Mari kenali peran Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, jenis masalah kesehatan yang dapat diatasi, pemeriksaan, hingga rekomendasi dokter terbaik yang ada di Mitra Keluarga pada artikel berikut ini. Baca juga Gastroentero Hepatologi - Penyakit yang Ditangani dan Dokter Pilihan Peran Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi memiliki gelar Secara umum, peran spesialis ortopedi adalah mendiagnosis dan mengobati cedera yang disebabkan oleh olahraga atau aktivitas fisik pada pasien dari segala usia, baik itu bayi, dewasa, maupun lanjut usia lansia. Mereka juga memiliki keahlian dalam mengelola kondisi yang biasanya memburuk dari waktu ke waktu, seperti radang sendi atau osteoporosis. Para ahli ortopedi juga akan membantu pasien agar terhindar dari cedera berlebihan yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan karena terlalu sering menggunakan otot atau sendi. Artinya, selain membantu perbaikan saat mengalami cedera, dokter spesialis ortopedi juga dapat diandalkan untuk memberikan konsultasi dan perawatan agar aktivitas keseharian yang Sahabat MIKA lakukan menjadi lebih optimal. Selain itu, ortopedik akan membantu dalam penanganan penyakit lain yang menyerang muskuloskeletal seperti Cacat atau kelainan bawaan pada tulang kaki club foot. Biasanya kondisi ini dialami oleh bayi baru lahir. Scoliosis atau kelainan atau bengkok pada tulang belakang. Infeksi pada tulang dan tulang belakang. Tumor dan kanker yang menyerang tulang Diabetic foot atau penyakit luka pada kaki yang disebabkan oleh diabetes melitus. Pengobatan traumatologi untuk pasien yang mengalami cedera karena luka akibat kekerasan maupun kecelakaan. Video terkait Mitos atau Fakta Ortopedi & Traumatologi Jenis subspesialis Ortopedik Di Indonesia terdapat 9 sub spesialis ortopedik, sebagaimana melansir dari Kolegium Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, yaitu Orthopedic Spine Hip and Knee Hand Upper Limb & Microsurgery Orthopedic Oncology Pediatric Orthopedic Foot and Ankle Shoulder and Elbow Advanced Orthopedic Trauma Orthopedic Sport Injury Adapun terkait penjelasannya adalah sebagai berikut 1. Orthopedic Spine Subspesialis spine fokus pada penyakit dan masalah yang terkait dengan tulang belakang dan area di sekitarnya. Data dari Global Burden of Disease, menyebutkan nyeri punggung bawah adalah penyebab utama kecacatan di dunia. Para dokter ortopedi ahli spine juga dikenal sebagai ahli bedah tulang belakang. Mereka memiliki keahlian untuk mendeteksi dan mengobati kondisi yang berdampak atau berasal dari tulang belakang, baik dengan cara pembedahan maupun cara lain. 2. Hip and Knee Dokter ortopedi ahli hip and knee mengkhususkan diri dalam diagnosis dan perawatan kondisi panggul dan lutut, termasuk perawatan bedah sendi. Konsultan Panggul dan Lutut memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan penggantian panggul total atau Total Hip Replacement THR, penggantian lutut total atau Total Knee Replacement TKR dan sebagainya. 3. Hand Upper Limb & Microsurgery Selanjutnya ada ortopedik ahli hand upper limb and microsurgery. Konsultan hand & microsurgery dapat melakukan konsultasi, tindakan operasi, dan rehabilitasi pada pasien dengan kondisi cedera di area tangan, mulai dari jari, telapak tangan, pergelangan, siku, sampai bahu. Subspesialis ortopedi satu ini juga memiliki keahlian microsurgery yaitu metode bedah mikro yang dilakukan untuk menyambung kembali rekonstruksi komponen kecil yang mengalami kerusakan secara detail sehingga dapat berfungsi normal kembali. 4. Orthopedics Oncology Ahli onkologi ortopedi adalah seorang dokter dan ahli bedah yang berspesialisasi dalam diagnosis dan pengobatan tumor tulang jinak maupun ganas kanker. Para ahli Orthopedics Oncology ini akan melakukan sejumlah perawatan, baik itu pada pasien anak-anak hingga lansia dengan kondisi tumor tulang dan jaringan lunak, termasuk sarkoma, metastasis tulang, tumor jinak dan kanker pada tulang atau jaringan lunak dan patah tulang patologis yang tergolong langka. 5. Pediatric Orthopedics Pediatric Orthopedics adalah cabang ilmu kedokteran yang dikhususkan untuk merawat sendi, otot, dan tulang pada anak-anak, mulai dari bayi hingga remaja. Ahli ortopedi anak dapat melakukan operasi bila diperlukan tetapi mereka juga menyediakan jenis perawatan lain, seperti gips atau kawat gigi tungkai. Cakupan ortopedi anak cukup luas, namun beberapa contoh kondisi yang ditangani oleh ahli ortopedi anak adalah Kelainan dalam proses pertumbuhan Skoliosis Patah tulang Infeksi tulang dan sendi Kaki bengkok atau pengkor clubfoot Cedera olahraga Masalah tulang belakang Operasi pergelangan kaki atau kaki Masalah saraf Masalah berjalan atau bergerak 6. Foot and Ankle Subspesialis Foot and Ankle memiliki fokus pada pengobatan cedera pada kaki dan pergelangan kaki, serta mencari penyebab yang mendasari rasa sakit tersebut. Dokter ortopedi ahli foot and ankle juga akan membantu memilih pengobatan yang tepat, termasuk merekomendasikan sepatu khusus jika diperlukan. Apabila kondisi sudah tergolong cedera parah akut dan nyeri yang berlanjut dari waktu ke waktu, ahli foot and ankle juga dapat melakukan operasi kaki dan pergelangan kaki. 7. Shoulder and Elbow Bahu dan siku adalah dua sendi yang paling rumit di tubuh dan memerlukan perawatan yang detail. Subspesialis shoulder and elbow terdiri dari para ahli bedah ortopedi yang merawat bahu atau siku. Layanan yang tersedia meliputi pencitraan diagnostik di tempat perawatan yang cepat atau pemeriksaan bahu dan siku untuk mendukung diagnosis dini. Beberapa prosedur mungkin termasuk menggunakan fasilitas pemindaian MRI, ultrasound atau sinar-X konvensional. Setelah diagnosis dibuat, spesialis ortopedi dapat menyarankan perawatan lanjutan yang mungkin diperlukan sesuai kondisi pasien. 8. Orthopedic Trauma Orthopedic Trauma berfokus pada cedera dan masalah muskuloskeletal yang mendesak, secara non-bedah dan pembedahan. Seringkali, kecelakaan adalah penyebab cedera traumatis, seperti jatuh, cedera olahraga berdampak tinggi, atau traumatologi ortopedi memiliki keahlian untuk menilai pasien dan menawarkan perawatan medis dengan cepat. 9. Orthopedic Sport Injury Sebagian besar cedera ortopedi disebabkan karena olahraga. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, tidak melakukan peregangan, praktik pelatihan yang buruk, atau peralatan yang tidak tepat. Di sinilah para peran Orthopedic Sport Injury berperan untuk menangani cedera atletik, pencegahan cedera, dan kinerja atlet. Selain itu, ahli orthopedic sport injury juga dapat memberikan saran mengenai peralatan yang tepat sehingga Anda dapat terus berolahraga tanpa menempatkan diri pada risiko cedera lebih lanjut. Cedera olahraga yang paling umum diantaranya Keseleo dan ketegangan Cedera lutut Otot bengkak Cedera tendon Achilles Nyeri di sepanjang tulang kering Cedera rotator cuff Fraktur patah tulang Dislokasi Daftar kondisi medis yang ditangani Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Segala sesuatu yang terkait dengan sistem muskuloskeletal sebenarnya dapat ditangani oleh spesialis ini. Beberapa kondisi medis yang dapat ditangani oleh dokter ortopedi seperti Cedera yang disebabkan olahraga, kecelakaan, atau aktivitas lainnya Sakit punggung Radang sendi Patah tulang Ligamen dan otot robek Keseleo dan ketegangan otot Tumor tulang Kondisi terkait usia seperti osteoporosis Infeksi tulang Deformitas atau kelainan bentuk tulang Pergeseran atau dislokasi sendi Pembengkakan sendi Tumor tulang belakang Skoliosis Tendinitis Nyeri lutut Nyeri tumit dan pergelangan kaki Carpal tunnel syndrome Kista ganglion Atrofi Infeksi jaringan lunak Tumor atau kanker jaringan lunak Tes dan prosedur yang dilakukan oleh spesialis Ortopedi dan Traumatologi Spesialis ortopedi akan menentukan rencana pemulihan dan pengobatan berdasarkan kebutuhan spesifik pasien. Adapun sejumlah tes dan prosedur yang dapat dilakukan, seperti Tes penunjang, seperti analisis cairan sendi, arthrogram, pemindaian tulang bone scan, foto Rontgen, MRI, dan USG. Pembedahan untuk memperbaiki masalah dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Terapi fisik untuk membantu pasien memulihkan penggunaan area yang rusak dengan lebih baik dan meningkatkan penyembuhan. Latihan khusus untuk membantu pemulihan dan memperkuat tubuh untuk mencegah cedera ulang. Pengobatan rasa sakit dan obat lain dapat membantu pemulihan. Spesialis ortopedi mungkin meresepkan pereda nyeri atau pelemas otot untuk membantu memerangi rasa sakit saat bekerja dengan metode untuk membantu penyembuhan. Akupunktur Artroskopi, prosedur yang dilakukan untuk menilai kerusakan sendi dengan efektif akibat berbagai kondisi, mulai dari cedera olahraga hingga pengapuran sendi. Penggantian sendi parsial, total, atau revisi Amputasi Rekonstruksi ligamen, tulang, dan otot Rekomendasi Dokter Ortopedi di Mitra Keluarga Banyak nyeri otot dan sendi bersifat jangka pendek yang akan hilang dengan sendirinya, terutama setelah cedera. Namun, jika rasa sakit sudah berlangsung lebih dari 12 minggu, kesulitan bergerak, terganggu saat berjalan atau berdiri, atau merasa kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menaiki tangga, maka sebaiknya segera mengunjungi Dokter Ortopedi dan Traumatologi. Ortopedik adalah salah satu Centre of Excellence Mitra Keluarga yang memiliki Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dan Konsultan berpengalaman. Berikut ini beberapa pilihan Dokter Spesialis Ortopedi di Mitra Keluarga dr. Fachrisal Ipang, Dokter Spesialis Orthopedi ahli Spine tulang belakang Mitra Keluarga Kemayoran. dr. Yanuar Cahyadarma, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Hand and Microsurgery Mitra Keluarga Pondok Tjandra Dr. Andito Wibisono, Dokter Spesialis Orthopedi Konsultan Hip and Knee atau Panggul dan Lutut Mitra Keluarga Kelapa Gading dan Kemayoran dr. Karuniawan Purwantono, SpOTK, Dokter Spesialis Orthopedi Konsultan Hand Surgery Mitra Keluarga Kelapa Gading Ramawan, Dokter Spesialis Bedah Orthopedi Konsultan Hand and Microsurgery Mitra Keluarga Surabaya Satelit dr. Lia Marliana, K, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Sport Injury Mitra Keluarga Bekasi dr. Wendy Hendrika, K, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Konsultan Hip and Knee Mitra Keluarga Bintaro Troydimas Panjaitan, Dokter Bedah Orthopedi konsultan Shoulder and Elbow Mitra Keluarga Kelapa Gading dr. Andre Triadi Desnantyo, K, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Foot and Ankle Mitra Keluarga Kenjeran Untuk memudahkan ketika ingin melakukan janji temu dengan dokter, buat janji konsultasi terlebih dahulu secara online melalui website Mitra Keluarga. Sahabat MIKA juga bisa memanfaatkan layanan telemedicine yang dimiliki oleh Mitra Keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! Mitra Keluarga, Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Alfaria Elia Rahma Putri —- Sumber rujukan What Is an Orthopedic Doctor? -, from Common Orthopedic Subspecialties 2018, from What Is an Orthopedic Doctor and How Can They Help You? 2020, from Mengenal Profesi Dokter Ortopedi Ahli Traumatologi dan Rekonstruksi 2020, from
Lebihlengkapnya, Dokter Spesialisasi Bedah Ortopedi dan Traumatologi adalah dokter yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem muskoloskeletal tubuh. Sistem tersebut mencakup tulang, sendi, tendon, otot, ligamen, dan saraf. Untuk mendapatkan gelar dokter spesialis ini, membutuhkan waktu belajar yang cukup lama.
Dr. Phedy., K Spine adalah Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD. Beliau menempuh pendidikan Kedokteran Umum, Spesialis Ortopedi dan Konsultan Tulang Belakang di Universitas Indonesia Jakarta. Beliau juga aktif menjadi pembicara dan instruktur di berbagai seminar dan workshop baik di tingkat nasional maupun internasional. Beliau juga memiliki banyak penghargaan dan beberapa kali memenangkan Indonesian Orthopaedic Investigator Award. Dr. Phedy., K Spine memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah pada tulang belakang seperti nyeri punggung, nyeri leher, syaraf terjepit, infeksi tulang belakang dan kelainan bentuk tulang belakang baik dengan teknik konvensional maupun dengan teknik minimal invasif. Beliau memiliki ketertarikan khusus untuk kelainan bentuk tulang belakang terutama untuk skoliosis dan kifosis. Pendidikan Medical Doctor, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia Orthopedic, Department of Orthopaedic dan Traumatology, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia Spine Fellowship, Department of Orthopaedic and Traumatology, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta, Indonesia Journal Publication Variation in global treatment for subaxial cervical spine isolated unilateral facet fractures. Eur Spine J. 2021 Apr 2 Preoperative skull tongs-femoral traction versus cotrel longitudinal traction for rigid and severe scoliosis Cohort study. Ann Med Surg Lond. 2021 Cross-cultural adaptation and psychometric validation of the Indonesian version of the Oswestry Disability Index. Eur Spine J. 2021 Apr;3041053-1062 A posterior-only approach for treatment of severe adolescent idiopathic scoliosis with pedicle screw fixation A case series. Eur Spine J. 2021 Feb;302517-523 Regional and experiential differences in surgeon preference for the treatment of cervical facet injuries a case study survey with the AO Spine Cervical Classification Validation Group. Eur Spine J. 2021 Feb;302517-523 An unusual case of extensive contiguous cervicothoracic spinal tuberculosis involving fourteen damaged segments A Case report. International Journal of Surgery Case Reports. 6 February 2020. Motoric Recovery After Transplatation of Bone Marrow Derived Mesenchymal Stem Cells in Chronic Spinal Cord Injury A Case Report. American Journal of Case Reports. Am J Case Rep, 2019;20; 1299-1304. Submuscular gluteal abces An unusual presentation of rare sacral tuberculosis. International Journal of Surgery Case Reports 54. 2019;55-59. Hypersentivity to oerthopaedic implant manifested as erythroderma Timing of Implant. International Journal of Surgery Case Reports 49. 2018;110-114. Total hip replacement A meta-analysis to evaluate survival of cemented, cementless, and hybrid implants. World J Orthop. 2017;82192-207. Prevalence and Associated Factors of Musculoskeletal Disorders among Young Dentists in Indonesia. Malaysian Orthop J. 2016;102;1-5. Mesenchymal stem cells implantation in atrophic nonunion of the long bones a translational study. Bone Joint Res. 2016;57287-93. Peran beras angkak dalam mempercepat penyembuhan fracture dengan gangguan vaskularisasi pada Rattus Novergicus. eJ Kedok Indones. 2015;33209-19. Osteotomy in blount disease a systematic review. J Orthop. 2016;133207-9. Osteogenic potency of human bone marrow mesenchymal stem cells from femoral atrophic non-union fracture site. J ClinExperimen Invest. 2014;52159-63. Existence of mesenchymal stem cells in the site of atrophic non-union. Bone Joint Res. 2013;26112-5. Outcome of Cloverleaf Locking Plate Fixation for Femoral Neck Fractures in Young Adults. Malaysian Orthop J. 2012;6130-4. Role of Allogeneic Mesenchymal Stem Cells in Reconstruction of Bone Defect in Rabbits. Med Health. 2011;61 Suppl;166 abstract Mesenchymal stem cells source of isolation, survival in hydroxyapatite-calcium sulphate, and effect in healing of bone defect” Clin Biochem. 2011;4413S295 abstract Role of allogenic mesenchymal stem cells in the reconstruction of bone defect in rabbits. Med J Indones. 2014;2319-14. Do Methicillin Resistant Staphylococcus MRSA Carrier Patients Influence MRSA Infection more than MRSA-carrier Medical Officers and MRSA-carrier Family? Acta Med. 2013;453202-5. Small volume resuscitation in hemorrhagic shock historical and scientific background. J Indones Orthop. 2012;40217-20. Can mesenchymal stem cells survive in hydroxyapatite sulphate? Med J Indones. 2012;1218012. Iliac Crest and Femoral Bone Marrow as the Source of Plastic-adherent Cells. Med J Indones. 2011;202100-4. Organisasi dan pengalaman lain Anggota IOA Indonesian Orthopaedic Association/PABOI Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia Anggota Ikatan Dokter Indonesia IDI Editor Jurnal - Indonesian Orthopaedics, 2011 - Sekarang Editor E-Journal Kedokteran - Universitas Indonesia, 2015 - Sekarang Penghargaan Indonesian Orthopedic Investigator Award. Artikel Beliau memiliki keahlian menangani masalah tulang belakang dari nyeri punggung, nyeri leher, saraf kejepit, infeksi tulang belakang hingga kelainan bentuk tulang belakang lainnya. Salah satu keahlian khususnya menangani kelainan bentuk tulang belakang skoliosis. Menariknya dalam pengobatan skoliosis, dr. Phendy menggunakan teknologi canggih berupa robot navigasi dengan akurasi Robot yang menjadi pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk kebutuhan operasi skoliosis kemudian disebut juga robot skoliosis. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang dengan bentuk melengkung seperti huruf C atau S di bagian punggung. Kelainan ini jika tak diobati dan dibiarkan akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Skoliosis yang parah bisa juga mengganggu fungsi pernapasanparu-paru. Skoliosis ini punya tiga jenis berdasarkan penyebabnya, antara lain 1. Skoliosis idiopatik Skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya namun jadi kasus yang paling sering terjadi. Umumnya terjadi pada usia remaja meski bisa juga muncul pada bayi dan anak-anak. 2. Skoliosis bawaan Seperti namanya, kelainan tulang punggung ini karena bawaan sejak lahir. 3. Skoliosis neurologis Skoliosis ini disebabkan karena kelainan saraf yang mempengaruhi tulang belakang. Penderitanya mengalami pertumbuhan tidak normal. Ada dua tipe yakni struktural yang disebut bersifat permanen. Serta nonstruktural yang umumnya bersifat sementara dan bisa diperbaiki. Kondisi yang ditangani Berikut ini beberapa gejala skoliosis yang mungkin terjadi dan perlu diwaspadai Tulang belakang melengkung membentuk huruf C atau S Tulang belakang berputar Posisi tubuh yang condong ke salah satu sisi Posisi bahu tidak sejajar atau tidak rata Panggul yang tinggi sebelah Sesak napas Pada penderita dewasa, skoliosis umumnya disertai dengan sakit punggung Salah satu tulang belikat yang tampak mencuat Pakaian sering tidak pas di tubuh Tindakan yang dapat dilakukan Pengobatan dan cara menangani skoliosis tergantung beberapa hal seperti parahnya kondisi, usia, bentuk lengkungan, lokasi lengkungan dan pertumbuhan tulang. Berikut ini penanganan berdasarkan usia 1. Skoliosis pada anak-anak dan remaja Pemantauan kondisi Gips Penyangga punggung Operasi 2. Skoliosis pada orang dewasa Pemberian obat antinyeri Olahraga teratur Suntik obat seperti steroid atau anestesi lokal Penyangga punggung Operasi dr. Phedy, K Spine sebagai tim dokter operasi skoliosis Gatam Institute sudah sangat berpengalaman dalam menangani operasi kelainan tulang belakang yang satu ini. Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, dia menggunakan robot skoliosis dalam pengobatannya. Robot Skoliosis Robot Skoliosis atau robot navigasi untuk kebutuhan operasi pasien skoliosis ini pertama dan satu-satunya yang dimiliki Eka Hospital. dr. Phedy jadi salah satu yang ahli menjalankan operasi dengan robot ini. Menurut beliau, pada tahap awal pasien akan menjalani skrining untuk melihat postur tulang belakang serta kalkulasi penempatan screws implan. Robot navigasi akan membantu dokter dalam menentukan lokasi penempatan screws implan di tulang belakang. Prosesnya tetap dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Keunggulan penggunaan robot skoliosis ini memungkinkan operasi jadi minim sayatan, minim cedera dan risiko pendarahan lebih sedikit, mempersingkat waktu operasi, pemulihan lebih cepat, serta radiasi sangat minimal sehingga lebih aman bagi kesehatan. Praktek Eka Hospital BSD Untuk prakteknya, dr. Phedy, K Spine berada di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang. Jadi kalau Anda mengalami beberapa keluhan skoliosis dan ingin melakukan pengobatan menggunakan robot skoliosis bisa buat janji dengan dr. Phedy melalui layanan WhatsApp Eka Hospital 0-8888-90-5555.
Dokterspesialis tulang dan sendi memiliki title S.,pOT yang tersemat di belakang namanya. Mempunyai tugas menangani cedera serta penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh diantaranya tulang, sendi, otot, tendon, pembuluh darah hingga saraf. Cedera umumnya terjadi disebabkan kecelakaan, olahraga ataupun penyakit tertentu.Dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi adalah dokter yang terlatih dalam menangani kasus luka pada tulang, otot, dan jaringan ikat tubuh. Dokter subspesialis ini juga berperan penting dalam menangani cedera parah yang berpotensi membuat penderitanya mengalami kecacatan. Ortopedi merupakan bidang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang kesehatan dan gangguan pada tulang, sendi, otot, dan jaringan ikat, seperti ligamen dan tendon. Gangguan pada bagian tubuh tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah cedera atau luka. Dalam hal ini, peran dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi diperlukan. Selain menangani kasus cedera berat, dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi juga menangani kasus gangguan tulang, sendi, dan otot akibat kelainan genetik atau cacat bawaan lahir. Kondisi yang Dapat Ditangani Dokter Ortopedi Ahli Traumatologi dan Rekonstruksi Berikut ini adalah kondisi atau gangguan yang dapat ditangani oleh seorang dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi Cedera atau patah tulang dan sendi, termasuk crush injury Kelainan bentuk tulang, misalnya akibat cedera, osteoporosis, tumor atau kanker, hingga penyakit autoimun Osteomielitis atau infeksi pada tulang dan jaringan di sekitarnya Gangguan persendian, seperti radang sendi, robekan ligamen, bursitis, dislokasi sendi, dan nyeri sendi Cedera atau patah tulang belakang dan panggul Kelainan dan cedera pada jaringan ikat, misalnya tendinitis Gangguan pada sendi lutut, meliputi cedera meniskus dan robekan pada ligamen lutut Masalah pada otot, misalnya otot robek, cedera hamstring, dan sindrom kompartemen Cedera pada tangan dan pergelangan tangan, seperti patah tulang tangan dan pergelangan tangan serta keseleo Infeksi, cedera, hingga tumor atau kanker jaringan lunak Tindakan yang Dapat Ditangani Dokter Ortopedi Ahli Traumatologi dan Rekonstruksi Seorang dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi dapat melakukan diagnosis pada gangguan otot, tulang, atau jaringan tubuh beserta tingkat keparahannya, khususnya yang disebabkan oleh cedera. Dalam menentukan diagnosis, dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine, foto Rontgen, USG, CT scan, serta MRI. Setelah diagnosis gangguan ortopedi pada pasien diketahui, dokter ortopedi subspesialis traumatologi dan rekonstruksi dapat melakukan penanganan berupa Pemberian obat-obatan Dokter dapat meresepkan obat-obatan sesuai kebutuhan pasien, misalnya obat antinyeri golongan NSAIDs untuk mengatasi nyeri, antibiotik untuk mengatasi infeksi, hingga suplemen kalsium dan vitamin D untuk mendukung proses pemulihan cedera tulang dan sendi. Operasi Untuk beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk menangani cedera pada tulang, sendi, atau jaringan ikat. Jenis operasi yang dapat dilakukan dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi adalah Operasi penggantian sendi, untuk mengganti bagian sendi yang telah mengalami kerusakan Operasi fiksasi internal open reduction internal fictation, untuk memperbaiki jaringan tulang yang rusak dengan cara memasang pin, sekrup, atau pelat yang terbuat dari logam Fusi atau penggabungan jaringan tulang, terutama dalam operasi leher dan tulang belakang Osteotomi, untuk mengoreksi kelainan, bentuk, dan posisi tulang Operasi perbaikan jaringan lunak, untuk memperbaiki otot, ligamen, atau tendon yang rusak parah Operasi pengangkatan tumor pada jaringan lunak dan tulang Operasi rekonstruksi pembuluh darah vena dan arteri Artroskopi, untuk mendiagnosis dan menangani gangguan pada persendian Amputasi, bila cedera tulang atau sendi yang dialami penderita cukup berat Fisioterapi Untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan otot, tulang, dan sendi yang bermasalah, dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi akan menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi. Fisioterapi bisa dilakukan setelah pasien sudah pulih dari tindakan operasi. Pada kasus cedera parah yang membuat pasien harus menjalani amputasi, dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi juga dapat menyarankan pasien untuk menggunakan alat bantu atau prostetik. Dalam praktiknya, dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi sering kali bekerja sama dengan dokter spesialis lain, seperti dokter reumatologi, dokter anestesi, dokter ortopedi, dokter rehabilitasi medik, dan dokter penyakit dalam. Waktu yang Tepat Memeriksakan Diri ke Dokter Ortopedi Ahli Traumatologi dan Rekonstruksi Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi setelah mendapat rujukan dari dokter umum atau dokter ortopedi. Namun, Anda juga bisa langsung berkonsultasi ke dokter subspesialis ini bila mengalami beberapa gejala berikut ini Nyeri otot, sendi, atau tulang yang menetap dan tidak membaik setelah beberapa hari Pembengkakan sendi, otot, atau jaringan lunak yang disertai nyeri dan sensasi panas ketika disentuh Cedera fisik yang menimbulkan nyeri, sulit bergerak, atau luka terbuka disertai patah tulang Kaku otot, sendi, atau tulang Nyeri lutut yang tak kunjung membaik atau semakin parah Kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu setelah mengalami cedera Perubahan bentuk sendi dan tulang, sehingga sulit diluruskan atau digerakkan Persiapan Sebelum ke Dokter Ortopedi Ahli Traumatologi dan Rekonstruksi Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan sebelum bertemu dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi, di antaranya Catatlah keluhan atau gejala yang dialami. Buatlah catatan berisi riwayat kejadian dan waktu terjadinya cedera, serta penanganan yang telah dilakukan, misalnya dengan obat-obatan atau tindakan tertentu seperti pijat dan urut. Siapkan dokumen berisi riwayat medis, riwayat pengobatan, atau hasil pemeriksaan dokter sebelumnya, jika ada. Bawalah surat rujukan dari dokter lain, apabila Anda dirujuk ke dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi. Anda dapat berkonsultasi ke dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi secara langsung apabila mengalami keluhan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Jika masih ragu, Anda dapat meminta saran dari dokter ortopedi atau dokter umum untuk menentukan dokter ortopedi ahli traumatologi dan rekonstruksi yang tepat sesuai kondisi yang dialami. H35UPgY.