Batiktelah ditetapkan sebagai warisan budaya lisan. Sejarah batik berkaitan erat dengan kerajaan Majapahit. Hal ini berpengaruh pada penyebaran agama Islam pada masa itu di pulau Jawa. Pengembangannya dilakukan di kerajaan Mataram, lalu Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik sudah menyebar luas ke seluruh Indonesia sejak akhir abad ke-XVII atau

- Sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober, berawal saat batik masuk dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak-benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization UNESCO tahun 2009 Batik Nasional tahun ini dirayakan pada Rabu 2/10/2019. Kementerian Dalam Negeri mengimbau seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk menggunakan baju batik pada Hari Batik 2 Hari Batik Nasional diinisiasi ketika batik diakui pada saat sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi, sembilan tahun lalu, 2 Oktober 2009. Agenda yang diselenggarakan UNESCO ini mengakui batik, wayang, keris, noken, dan tari saman sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia oleh UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.Pengakuan dari UNESCO ini adalah alasan masyarakat Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik batik Indonesia dimulai saat masa Majapahit Batik merupakan kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting dan menghasilkan pola-pola tertentu pada batik dirangkai dari kata amba’ yang berarti kain yang lebar dan kata tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang dari laman resmi Pemerintah Jawa Barat, awalnya, batik hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan. Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh perempuan saja untuk mengisi waktu senggang lalu berkembang menjadi pekerjaan tetap perempuan pada masa itu. Saat ini, membuat batik dapat dilakukan oleh siapa Sejarah Batik Indonesiadituliskan, sejarah pembatikan di Indonesia sudah dimulai pada masa kerajaan Majapahit. Pengembangannya kemudian berlanjut di masa kerajaan Mataram, lalu kerajaan Solo dan Yogyakarta. Namun, dulu kerajinan batik hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau priyayi, tidak untuk masyarakat bahwa kerajaan Majapahit yang pertama kali menerapkan batik di Indonesia ada pada sisa-sisa peninggalan batik yang ada di wilayah Mojokerto dan Bonorowo sekrang Tulungagung yang merupakan bekas wilayah kerajaan Majapahit. Batik juga mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri sejak diperkenalkan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto pada pertengahan tahun 80-an dengan memberikan batik sebagai cinderamata bagi tamu-tamu hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin awal kemunculannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan dengan perkembangan teknologi, pembuatan batik pun juga tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Namun, batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik dengan berkembangnya zaman, batik semakin lama mulai dikenalkan pada masyarakat biasa. Dalam makalah “Evolusi Batik Dahulu dan Sekarang,” Ismadi mengatakan pada sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19 batik mulai dikenal oleh masyarakat di luar keraton, dan hingga saat ini dikenal oleh seluruh lapisan memiliki beragam jenis batik, salah satunya adalah Batik Tiga Negeri BTN. Sesuai namanya, batik tiga negeri dibuat di tiga negeri atau daerah, yakni Lasem, Solo, dan Pekalongan. Harga batik tiga negeri cukup mahal karena proses pengerjaannya yang lama dan rumit. Kini, produksi batik jenis ini masih berlangsung tapi denyutnya makin melemah. - Sosial Budaya Penulis Yulaika RamadhaniEditor Iswara N Raditya

Kaitannyadengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Ilustrasi membuat batik untuk memperingati Hari Batik Nasional. Foto UnsplashHari Batik Nasional diperingati serentak oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Oktober. Tahun ini, hari istimewa tersebut jatuh pada Minggu 2/10 Hari Batik Nasional, segenap masyarakat Tanah Air akan mengenakan batik sebagai bentuk kebanggaan. Di sekolah, berbagai acara seperti peragaan busana hingga lomba melukis batik pun kerap diadakan untuk merayakan Hari Batik Hari Batik Nasional sendiri berangkat dari pengukuhan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi. Lalu, bagaimana sejarah perkembangannya?Sejarah Hari Batik NasionalIlustrasi batik. Foto UnsplashSeperti yang disebutkan, sejarah Hari Batik Nasional ditandai dengan pengakuan batik oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage ICH pada 2009 sebelum itu, batik pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soeharto saat menghadiri konferensi PBB. Sebelumnya, beliau juga sering memberikan batik sebagai oleh-oleh untuk tamu negara yang mampir ke batik memiliki potensi besar untuk menembus kancah internasional, batik pun didaftarkan untuk mendapat Intangible Cultural Heritage pada 4 September laman butuh waktu sekitar satu tahun hingga akhirnya batik diterima secara resmi oleh UNESCO. Batik pun diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda tepat pada 2 Oktober 2009 usai sidang ke-4 UNESCO di Abu baik hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kepres No. 33 Tahun 2009 menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Ini menjadi upaya pemerintah untuk mengangkat martabat bangsa Indonesia di kancah itu, peringatan Hari Batik Nasional juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya Batik di IndonesiaIlustrasi batik. Foto UnsplashDi Indonesia, batik memiliki sejarah yang cukup panjang. Hampir setiap wilayah di Nusantara menjadi saksi perkembangan batik dari masa ke buku Batik Nusantara tulisan Kinoysan dan Ari Wulandari, batik sudah adasejak Kerajaan Majapahit masih menguasai Nusantara. Hal itu terbukti dengan ditemukannya batik pada beberapa artefak budaya, misalnya pada candi, patung, dan awalnya, batik dilukiskan pada daun lontar yang berisi naskah atau tulisan sebagai hiasan agar tampak lebih menarik. Motifnya berupa binatang atau tanaman seperti daun dan dengan perkembangan zaman, batik mulai dilukiskan pada kain menggunakan malam. Itu adalah bahan campuran lilin, lebah, damar, dan lemak hewan. Malam dinilai lebih bagus ketimbang bubur beras ketan karena tidak mudah saat itu, batik dijadikan sebagai busana tradisional khusus di kalangan keraton. Biasanya, batik dikenakan oleh keluarga keraton atau para abdi masa itu pula, banyak perempuan Jawa yang memanfaatkan keterampilan membatik mereka sebagai mata pencaharian. Dari situlah batik mulai eksis di kalangan masyarakat batik banyak digunakan sebagai busana utama dalam acara-acara formal seperti pernikahan. Selain pada baju, motif batik juga bisa ditemui di berbagai macam jenis fashion, mulai dari rok, tas, sepatu, hingga Batik Nasional tanggal berapa?Mengapa Hari Batik diperingati?Sejak kapan batik mulai muncul di Indonesia?
Hadirnya keanekaragaman batik khas masing-masing daerah di Indonesia menunjukkan bahwa batik merupakan kebudayaan Indonesia. Saat itu sedang rame-ramenya pengakuan Malaysia tentang budaya batik," cerita Kadir kepada Bontang TIMES, Senin (2/10/2017). Dari pengalaman itulah munculah ide brilian pria keturunan arab ini untuk menghasilkan produk
Jakarta ANTARA - Batik Indonesia rancangan Iwan Tirta didonasikan untuk menambah koleksi seni budaya Indonesia di National Gallery Sofia, Bulgaria. Donasi batik sebagai wujud diplomasi budaya ini merupakan salah satu rangkaian acara pendukung dalam pagelaran konser besar KBRI Sofia bertajuk “Harmonature Harmonizing the Nature of Nusantara” di Ancient Theater Plovdiv. Batik Iwan Tirta yang dipamerkan di pojok spesial yang khusus didedikasikan oleh National Gallery Sofia untuk seni budaya Indonesia, diharapkan bisa menambah pengetahuan publik Bulgaria terhadap tradisi Indonesia dan terapannya dalam masyarakat modern saat ini. “Pemahaman lintas budaya sangat penting dalam memperdalam persahabatan Indonesia dan Bulgaria. Pemahaman tersebut dimulai dari informasi yang tepat dan menarik,” kata Duta Besar RI untuk Bulgaria Iwan Bogananta ketika menyampaikan sambutan dalam acara penyerahan donasi batik di Sofia, Jumat 9/6. “Dalam hal ini, KBRI memfasilitasi donasi Batik Iwan Tirta kepada National Gallery di Sofia agar semakin banyak publik di Bulgaria yang paham mengenai warisan tak benda dari Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO,” ujar Iwan, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Sofia. Iwan Tirta adalah salah satu maestro batik kebanggaan Indonesia yang turut berperan dalam memperkenalkan batik Indonesia ke dunia. Pada kesempatan ini, Iwan Tirta Private Collection mendonasikan batik dengan motif Bangun Tulak Puspawarni Prada setelah proses diskusi antara kurator wastra Nusantara Sri Sintasari Neneng Iskandar, KBRI Sofia, dan kurator senior National Gallery di Sofia. Kain Bangun Tulak Puspawarni ini dibuat pada 2015 yang awalnya diperuntukkan sebagai alas meja saat jamuan makan malam formal, dengan mengimbuhkan proses prada khusus untuk National Gallery di Sofia. Tinta emas dalam proses prada dibubuhkan dengan menggunakan canting, menjadikan batik bersejarah ini tampil lebih mewah. Bangun Tulak bentuk wajik di tengah merepresentasikan semesta alam dengan empat arahnya yaitu utara, selatan, timur, dan barat—sebagai simbol sebuah harapan agar segala yang buruk di dunia ini dapat digantikan oleh berkah dan lindungan. Sementara motif bunga Puspawarni menampilkan ragam bunga yang didominasi oleh bunga anggrek, yang dipercaya sebagai lambang kejayaan dan diketahui pertama kali muncul di jaman Majapahit. Resepsi donasi batik turut dihadiri oleh Direktur National Gallery Laraslova Boubnova, perwakilan dari Direktorat Kerja Sama Internasional Kementerian Pendidikan Bulgaria, serta para pemerhati seni lainnya. Indonesia dan Bulgaria memiliki Nota Kesepahaman MoU Kerja Sama Kebudayaan pada 2016. Saat ini KBRI sedang dalam diskusi dengan kementerian luar negeri serta kementerian kebudayaan Indonesia dan Bulgaria mengenai potensi untuk memperbaharui MoU tersebut yang disesuaikan dengan potensi kerja sama saat ini. Langkah konkret dalam kerja sama tersebut adalah pertukaran pelaku seni budaya kedua negara yang secara berkelanjutan dapat menciptakan kelompok Indonesianis di Bulgaria sebagai salah satu aktor diplomasi budaya. Baca juga Kedutaan Besar Indonesia di Sofia gelar pameran batik Baca juga Batik dan angklung jadi bintang "Night of Museums" di Bulgaria Baca juga Istri Raja Bulgaria Terpukau Batik IndonesiaPewarta Yashinta Difa PramudyaniEditor Atman Ahdiat COPYRIGHT © ANTARA 2023
PerkembanganBatik di Indonesia | Sejak dulu batik sudah menjadi pakaian khas Indonesia, orang-orang jika mendengar kata batik pasti yang diingat hanya Batik Solo, Yogya dan Pekalongan, padahal batik tidak hanya di kota-kota tersebut. Saat ini perkembangan batik telah menjamur, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya produsen-produsen batik
- Batik adalah salah satu hasil karya perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Indonesia yang terdiri atas sekitar pulau telah memiliki motif batik beraneka ragam dengan keunikannya tersendiri. Maka dari itu, batik masuk ke dalam Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendari atau Masterpieces of the Oral and Intangible of Humanity sejak 2 Oktober 2009, oleh saat itu, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Lalu, bagaimana sejarah batik di Indonesia? Baca juga Batik Pesisir Sejarah, Ciri-ciri, dan MotifAsal-usul nama batik Asal-usul nama batik berasal dari Bahasa Jawa, yaitu amba yang berarti tulis, dan nitik yang berarti titik. Jika digabungkan, maka artinya adalah menulis dengan lilin. Hal ini sesuai dengan bagaimana proses pembuatan batik berlangsung, yaitu di atas sebuah kain menggunakan canting yang ujungnya berukuran kecil, sehingga memberikan kesan "orang sedang menulis titik-titik." Zat yang digunakan dalam proses membatik adalah lilin atau disebut juga malam. Setelah motif batik digambar menggunakan lilin, kain akan diberi warna melalui proses pencelupan.
Perkembangandunia kerja di Indonesia saat ini berlangsung sangat pesat, baik industri formal maupun informal. Hal ini akan menimbulkan lapangan kerja baru yang siap diisi oleh para tenaga kerja yang berpotensi untuk maju. Tuntutan di dunia kerja pun menjadi semakin tinggi dan beragam yang menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas.
- Batik Indonesia pada awalnya merupakan peninggalan nenek moyang atau leluhur masyarakat Jawa. Peninggalan ini sendiri sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO secara resmi di Abu Dhabi sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada bulan September 2009 yang lalu. Dari segi teknis, batik Indonesia dinilai penuh dengan simbol, dan budaya yang berkaitan erat dengan masyarakat di dalamnya. Dengan demikian, batik asli dari Indonesia tidak akan bisa diklaim oleh negara Indonesia sendiri sudah populer di seluruh penjuru mancanegara. Tidak hanya terkenal di kalangan orang Jawa, batik juga sudah akrab dengan semua orang bermotif batik juga tidak hanya dikenakan oleh orang Jawa. Saat ini batik sudah dianggap sebagai pakaian resmi yang kerap digunakan dalam acara formal. Tidak hanya itu, selain digunakan orang berkepentingan, anak-anak muda juga sudah banyak yang bangga mengenakan baju bagaimanakah sejarah batik di Indonesia sebenarnya? Simak penjelasannya di bawah Batik di Indonesia Ilustrasi baju batik wanita Unsplash/Tycho Atsma Kegiatan Batik tertua berasal dari Ponorogo yang saat itu daerahnya masih bernama Wengker sebelum abad ke 7. Begitupun dengan Kerajaan di Jawa Tengah yang belajar batik dari Ponorogo. Oleh sebab itu, batik-batik Ponorogo terkesan memiliki kemiripan dengan batik yang beredar di Jawa Tengah, hanya saja batik ponorogo adalah batik yang dihasilkan dengan warna rata-rata hitam pekat atau biasa disebut batik irengan karena diyakini dekat dengan unsur-unsur Batik Ponorogo hingga abad 20 adalah surga bagi para pembatik, sebab produksi batik di Ponorogo sudah melampaui industri batik di Jawa Tengah ataupun Yogyakarta yang selanjutnya diambil oleh pengepul batik dari Surakrta dan Pekalongan. Lalu selain itu, upah pembatik di Ponorogo merupakan upah tertinggi di Pulau batik di Indonesia sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Secara umum, kesenian batik meluas di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad batik sudah lebih dari tahun Teknik batik sendiri diketahui sudah berusia lebih dari tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik sendiri menyebar di beberapa negara di Afrika Barat, antara lain Nigeria, Kamerun, dan Mali, dan juga di Asia, seperti India, Iran, , Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Malaysia, dan awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun batik yang dibentuk juga masih belum banyak variasi. Motif dan coraknya masih didominasi oleh bentuk binatang dan tanaman. Begitu juga para pengrajin batik yang belum terlalu banyak. Sebab, pembuatan batik hanya dianggap sebagai hobi atau kesenangan si pengrajin dalam perkembangannya jauh sebelum itu, batik telah menarik perhatian pembesar Kerajaan Majapahit. Sejak saat itu, pembuatan batik jadi lebih berkembang. Bahan yang sebelumnya terbuat dari kulit dan sebagainya, saat ini berganti menjadi kain putih atau kain yang memiliki warna cerah. Sebab, kain putih merupakan bahan yang tahan lama dan baik untuk motif, serta mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih juga tidak hanya terbatas pada hewan dan tumbuhan saja. Namun, ada juga motif abstrak, motif wayang beber, motif candi, motif awan, dan lain sebagainya, yang sudah digunakan pada zaman itu, yaitu pada saat Kerajaan Majapahit awal sejarah batik tersebut, akhirnya menyebar luas ke seluruh penjuru kerajaan lain. Karena batik semakin populer, akhirnya para pembesar dari Kerajaan Mataram, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan kerajaan-kerajaan sesudahnya menetapkan batik sebagai simbol pada saat Islam datang dan memberi pengaruh yang cukup kuat kepada masyarakat, motif batik yang berbentuk binatang sudah dihapus. Karena kain batik yang berbentuk binatang dianggap melanggar syariat Islam. Kecuali jika pembuatannya disamarkan atau disiasati menggunakan lukisan-lukisan teknik pembuatannya sendiri, pada masa itu hanya ada teknik batik tulis. Para pembatik umumnya masih menggunakan teknik tersebut. Karena teknik yang lainnya masih belum ditemukan. Pengrajin batik pada masa itu juga masih sangat masa tersebut, pengrajin batik masih memanfaatkan bahan-bahan alami untuk teknik pewarnaannya. Bahan yang digunakan untuk mewarnai dalam kegiatan membatik antara lain daun jati tinggi, pohon nila, mengkudu, dan soga. Sedangkan untuk sodanya sendiri, para pembatik masih memanfaatkan soda abu dan tanah digunakan oleh kaum pembesar Batik sendiri awalnya hanya digunakan oleh kaum yang memiliki kedudukan tinggi dan bermartabat, contohnya seperti pembesar-pembesar kerajaan, dan hanya terbatas dalam ruang lingkup lambat laun batik mulai berkembang, sehingga masyarakat bawah juga sudah diperbolehkan menggunakan batik. Pada masa inilah corak batik makin memiliki banyak ragam dan motif. Sebab, pembuatannya juga sesuai dengan minat dan jiwa seni para perjalanan waktu yang cukup lama, sejarah batik mengalami perubahan karena perkembangan teknologi. Teknik batik yang sebelumnya hanya memanfaatkan batik tulis, saat ini sudah berkembang dengan mengunakan teknik batik cap dan batik printing. Cara pembuatan seperti ini berkembang setelah selesai perang duniai I dan masa modernisasi semakin batik cap dan printing juga sudah dianggap sebagai teknik yang sangat efisien. Karena tidak memerlukan banyak waktu untuk menciptakan sebuah karya batik. Meskipun demikian, kedua teknik tersebut masih kalah dalam hal kualitas di mata dunia karena kurang memiliki nilai batik dari perkembangannya tidak berhenti di situ saja, sebab pada masa sekarang, batik tidak hanya dijadikan sebagai corak pakaian. Banyak dari pernak-pernik perlengkapan penampilan atau assesoris yang umumnya dikenakan masyarakat sekarang seperti sepatu, dasi, tas juga helm, diberi motif batik sebagai motif itu, ada juga baju-baju kedinasan, seragam sekolah, seragam guru, dan lain sebagainya yang memanfaatkan motif batik sebagai pilihan utama. Karena motif dari batik itu sendiri yang lebih bebas dan mengandung nilai budaya, yang menjadikan batik memiliki nilai tersendiri bagi ulasan mengenai sejarah batik di Indonesia. Semoga informasi ini artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman… Kampungini amat dikenal bukan saja di Solo sebagai kampung perajin batik dan saudagar batik tapi juga dikenal luas secara nasional dan Internasional. Batik yang dikembangkan di Laweyan tak lepas dari perkembangan batik Majapahit yang dibangun oleh Adipati Kalang pada masa pemerintahan Majapahit. Adipati Kalang saat itu menguasai industri Batik saat ini dikenal oleh banyak negara di dunia. Semakin bertambahnya tahun, tak sedikit orang mencari kain batik. Popularitas yang semakin maju juga memengaruhi industri batik di Indonesia. Saat ini, sudah banyak industri yang memproduksi batik. Proses industri batik menggunakan banyak teknik, di antaranya batik tulis dengan canting, teknik cap, teknik celup ikat, teknik lukis atau coletan, dan teknik printing. Zaman yang semakin maj, sehingga alat yang digunakan untuk membatik juga berkembang. Tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun mendatang, alat yang digunakan untuk membatik semakin berkembang, sehingga melahirkan banyak teknik membatik dengan tema menarik serta elegan. Ada berbagai macam teknik membatik. Teknik membatik ada lima yaitu teknik tulis canting, teknik cap, teknik celup ikat, teknik lukis atau coletan, dan teknik printing. Teknik-teknik tersebut melahirkan motif dan warna pada kain. Sehingga, kain tersebut ketika sudah diolah akan nampak menjadi elegan. Batik merupakan salah satu budaya Indonesia. Batik dibuat dari kain polos, lalu digambar menggunakan malam dengan berbagai alat. Dengan motif yang berbeda-beda dan elegan, membuat banyak orang mencari batik. Memanfaat teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju setiap tahunnya, dapat dipastikan batik akan berkembang dengan sangat pesat di dunia digital. Teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menyebarluaskan batik. Mulai dari proses pembuatan, kain batik yang sudah siap dijahit dapat dipublikasikan melalui media online dan ditonton oleh banyak orang. Tentu diiringi oleh perkembangan teknologi yang semakin maju, seperti handphone, kamera untuk memotret atau mengabadikan suatu batik. Kamera akan mendukung dokumentasi batik. Lalu, apa yang perlu diperhatikan? Pertama, batik harus terus dilestarikan oleh warga Indonesia. Sebab, melihat ke depan, batik akan menjadi salah satu budaya yang paling dicari di Indonesia. Tidak perlu malu untuk menggunakan batik. Sebab, memakai batik dapat mencerminkan betapa bangganya kita terhadap kualitas buatan dalam negeri. Jika batik di masa depan banyak dicari oleh orang, maka industri di Indonesia juga semakin berkembang. Semakin bagus karena orang-orang akan banyak membuka pabrik yang mengelola batik. Kedua, batik membuka peluang pengusaha batik untuk mengekspor kain ke luar negeri. Batik dapat dikemas menjadi model baju dengan berbagai macam bentuk yang menarik dan elegan. Sehingga, dapat ditampilkan melalui ajang fashion show di negara Indonesia maupun di luar Indonesia. Ketiga, dikarenakan zaman semakin canggih, ke depannya tidak ada lagi kata tertinggal. Dengan kualitas foto yang bagus dan model yang menarik, batik dapat dipampangkan di luar negeri. Semakin kita mempromosikan batik di kanca internasional, maka akan kian meningkatkan rasa penasaran publik terhadap batik. Nilai budaya Indonesia dapat digambarkan melalui motif batik. Tentunya dalam proses pembuatannya, batik harus menggunakan motif yang sedang tren atau unik. Biasanya orang akan mencari batik dengan motif unik, tidak sama dengan yang dipakai banyak orang. Harapannya, dengan menggunakan pola pikir yang kreatif, batik bisa kian dikenal luas di tahun-tahun mendatang. soyhqF.